Rabu, 26 Desember 2012

kunci komputer dengan flashdisk

Sebagian dari kita pengguna komputer pasti ingin sebuah keamanan lebih pada komputer kita. Terutama bagi anda yang membawa laptop di tempat kerja atau sekolah. Ketika anda sedang menggunakan komputer anda, dan tiba-tiba anda harus segera beranjak dari komputer anda karena dipanggil atasan kita. Harapan kita pasti komputer yang kita tinggalkan tetap aman tanpa ada yang mencuri data atau ada yang mengunakannya selain anda sebagai pemiliknya, karena kita tidak sempat mematikan komputer kita. . Pernahkah terbayang di pikiran kita untuk mengunci komputer kita dengan flash disk. Saat ini sudah ada software yang mampu melakukan hal tersebut. ID USB Lock Key nama software tersebut. Kali ini saya mencoba menyajikan ID USB Lock . . Penggunaanya sangatlah mudah,


1. Download dan ID USB Lock Key klik disini
2. Ekstrak file ID USB Lock Key  hasil download dengan Win Rar.
3. Masukkan FlashDisk yang akan dijadikan sebagai Kunci komputer anda.
4. Pada folder hasil extrak, klik 2 kali file “ID USB Lock Key”.
5. Akan muncul tampilan ID USB Lock Key  dengan warna orange.
6. Untuk membuat data pengunci pada flash disk anda, klik pada menu “Generate Key“.
7. Setelah berhasil, maka akan tampil jendela dengan pesan “The key generated sucesfully”, kemudian klik OK.
8. Untuk mengaktifkan ID USB Lock Key  ini, klik menu “Launch systray”.
9. Untuk mengunci komputer anda, Lepas terlebih dahulu Flash Disk yang anda gunakan sebagai pengunci.
10. Kemudian pada systry anda ( pada taskbar anda akan mucul icon port USB dari ID USB Lock Key ) Klik kanan dan Pilih menu Lock The Komputer. ( anda juga dapat melakukan penguncian dengan menekan Ctrl + Alt + L )
11. Selanjutnya layar komputer anda akan blank dan terdapat peringatan “Please insert the USB Drive containing your generated key ID USB LOCK KEY”
12. Untuk membuka penguncian tersebut, masukkan kembali FlashDisk ( yang anda gunakan sebagai kunci )

RUMUS IF, AND, OR (1)

A. Fungsi IF digunakan untuk menguki kebenaran dari suatu kondisi. Dengan bentuk penulisan fungsinya sebagai berikut :
=IF(Logical_test,value_if_true,value_if_false)

- Logical test berisi nilai logika atau alamat sel yang akan diuji
- Value if true dapat berisi nilai atau kondisi apabila nilai logika yang diuji benar
- Value if false berisi nilai atau kondisi apabila nilai logika yang diuji salah

kelebihan Rumus IF:
-- Rumus IF dapat dibuat sampai maksimum 7 "IF" -- akan saya jelaskan di sesi yang lain
-- Rumus IF ini biasanya saya padukan dengan rumus “AND” ataupun “OR”. Dan apabila anda telah memahami dengan sempurna, maka anda dapat menciptakan rumus logika yang lain dengan menggabungkannya dengan rumus yang lain.

B. Fungsi AND digunakan apabila dalam penentuan nilai logika (rumus IF) harus memenuhi lebih dari satu kondisi.

C. Funsi OR digunakan apabila dalam penentuan nilai logika (rumus IF) cukup memenuhi salah satu dari kondisi yang ada.

Misal :

1. Rumus IF
Dalam sebuah kelas, dilakukan ujian dimana murid dinyatakan LULUS apabila mencapai nilai minimal diatas 70, dan apabila dibawah nilai tersebut dianggap GAGAL. Maka perhitungannya adalah seperti yang ada dibawah ini :



2. Rumus AND
Pada soal no.1 diatas, ditambah dengan jenis kelamin yakni Laki-Laki dan Perempuan (L/P) dengan topik permasalahan sebagai berikut :
Apabila nilai kelulusan didasarkan pada nilai minimum 70 ditambah dengan apabila si murid berjenis kelamin Laki-laki maka dinyatakan LULUS, selain dari kondisi tersebut dinyatakan GAGAL.

Pengertiannya apabila murid berjenis kelamin Laki-laki dan memiliki nilai minimum 70 dinyatakan LULUS (dua kondisi harus dipenuhi) sedangkan selain dari kondisi itu dinyatakan GAGAL
PS : maaf disini bukan masalah gender, tapi ini hanya contoh soal, sori….



3. Rumus OR
Pada soal no.2 diatas, saya ganti topik permasalahannya sebagai berikut :
Apabila nilai kelulusan didasarkan pada nilai minimum 70 ataupun si murid berjenis kelamin Laki-laki maka dinyatakan LULUS, selain dari kondisi tersebut dinyatakan GAGAL.

Pengertiannya, misalkan si murid berjenis kelamin Laki-Laki atau bernilai minimum 70 dinyatakan LULUS (salah satu kondisi terpenuhi) sedangkan apabila murid berjenis kelamin Perempuan dan memiliki nilai dibawah 70 dinyatakan GAGAL



Ada pertanyaan ataupun masukkan? silahkan beritahukan saya.

Salam Hangat

MENGHITUNG ANGSURAN KREDIT (FLAT & ANUITAS)


Dalam dunia perkreditan perbankan ada dikenal 02 perhitungan angsuran kredit; yakni
1. flat
2. anuitas (suku bunga efektif)

1. Untuk perhitungan angsuran kredit secara flat itu mudah sekali

Misal :
Budi mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 10.000.000 dengan suku bunga 9% flat dan jangka waktu 24 bulan, maka angsuran perbulannya adalah :
Angsuran pokok = Plafond pinjaman / jw pinjaman
Angsuran bunga = plafond pinjaman x suku bunga / 12 bulan
Total angsuran = angsuran pokok + angsuran bunga


2.a. bagaimana perhitungan angsuran anuitas atas persoalan diatas :

Maka gunakan rumus PMT dengan formula :
=-PMT(RATE,NPER,PV)
Maka cara perhitungannya angsuran kredit / bulannya =-PMT(9%/12,24 bulan,10000000)
Catatan : Tanda minus didepan formula PMT agar hasilnya menjadi positive


2.b. Bagaimana jika kita ingin tahu berapa total angsuran pokok yang telah dibayarkan dari bulan ke-2 sampai dengan bulan ke-5?

Maka gunakan rumus CUMPRINC dengan formula :
=-CUMPRINC(RATE,NPER,PV,START PERIOD,END PERIOD,0)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung pokok pinjaman kumulatif diantara periode angsuran pinjaman (dengan menetapkan periode awal dan periode akhir) system bunga efektif.
Catatan : Tanda minus didepan formula CUMPRINC agar hasilnya menjadi positive


2.c. Bagaimana dengan total angsuran bunga dari bulan ke-2 sampai dengan bulan ke-5?

Maka gunakan rumus CUMIPMT dengan formula :
=-CUMIPMT(RATE,NPER,PV,START PERIOD,END PERIOD,0)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung bunga pinjaman kumulatif diantara periode angsuran pinjaman )dengan menetapkan periode awal dan periode akhir) system bunga efektif.
Catatan : Tanda minus didepan formula CUMIPMT agar hasilnya menjadi positive


2.d. Bagaimana apabila kita ingin tahu berapa angsuran bunga kredit pada angsuran ke-5?

Maka gunakan rumus IPMT dengan formula :
=-IPMT(RATE,PER,PERIODE,PV)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung bunga pada suatu periode kredit.
Catatan : Tanda minus didepan formula IPMT agar hasilnya menjadi positive


Wah rupanya sudah banyak juga yang saya tulis, dan saya rasa untuk masalah angsuran kredit ini saya akhiri dulu, apabila ada komentar saya terima dengan senang hati

RUMUS VLOOKUP

Rumus VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah table yang disusun dalam format tegak atau vertikal.
Bentuk penulisan rumusnya sebagai berikut :
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,0)

Keterangan :

lookup_value : diisi dengan nilai sebagai dasar pembacaan table

table array : range data yang disusun tegak atau vertical yang berfungsi sebagai tabel rujukan yang akan digunakan

col_index_num : nomor urut kolom ke berapa dari tabel yang hendak dijadikan “hasil akhir” dimana pembacaan kolom dimulai dari kolom paling kiri menuju kolom kanan.

0 (nol) : digunakan agar “hasil akhir” menjadi lebih tepat, karena terkadang “hasil akhir” bisa salah. Dengan penggunaan angka 0 (nol), maka apabila nilai pada kolom yang dicari tidak ada maka hasilnya akan menjadi ERROR.

Misal :



Adapun pengertian rumus “=VLOOKUP(B10,A$4:B$7,2,0)” adalah :

Berdasarkan data pada sel “B10”, maka carilah kesamaan data tersebut dengan melihat dari tabel “A$4 sampai dengan B$7”. Setelah di dapat data yang sama antara tabel tersebut dengan data di sel “B10”, maka lihatlah data pada sel di baris yang sama pada kolom ke ”2” dari tabel tersebut..

catatan : tanda "$" digunakan sebagai tanda absolut. Biasanya ketika kita melakukan pengcopy-an sebuah rumus disuatu sel ke sel dibawah / disampingnya, maka rumusnya akan ikut berubah. Dengan adanya tanda ini, maka tidak akan merubah rumus apabila dilakukan pengcopy-an / pemindahaan rumus.

Yah seperti itulah penjabarannya. Apabila ada yang tidak dimengerti silahkan ditanya ke saya.

Salam hangat.

Bagian 5 - Merapikan Worksheet

Pengantar

Dengan mengikuti tutorial dari bagian 1 s/d 4 harusnya kita sudah dapat mengoperasikan Excel dengan cukup memadai. Namun ada kekurangan yang cukup mengganggu, tampilan datanya masih tidak begitu menarik.
Berikut kami tunjukkan cara melakukan formatting sekaligus sebagai penutup seri tutorial dasar Excel ini. Semoga bermanfaat.
Catatan : Klik pada gambar untuk memperbesar dan memperjelas.

Menggunakan Format Angka

  1. Pilihlah range cell dari alamat B2 s/d E9. Jika Anda menggunakan mouse klik alamat cell B2 terlebih dahulu, dan tanpa melepaskan klik pada mouse tarik area sampai ke cell E9.



    Area ini merupakan area angka yang akan kita rapikan dengan format pemisah ribuan sehingga bisa terbaca dengan lebih jelas.
  2. Klik tombol kanan mouse Anda pada area tersebut untuk memunculkan menu kontekstual, dan pilih Format Cells....

  3. Pada dialog yang muncul, pilih tab Number. Kemudian pilih Number pada bagian Category, dan input berikut :
    • Decimal places : 0
    • Use 1000 Separator (,) : Ya



      Klik tombol OK.
  4. Perhatikan data angka Anda sudah memiliki pemisah ribuan.
  5. Selesai.

Menebalkan Huruf Header

  1. Pilih area heading cell A1 sampai dengan F1.
  2. Tekan tombol CTRL + B untuk menebalkan huruf heading tersebut.

  3. Selesai.

Merubah Nama Worksheet

Perhatikan pada bagian kiri bawah worksheet Anda, terdapat tab-tab dengan nama Sheet1, Sheet2, dan Sheet3. Ini artinya workbook Anda sebenarnya berisi 3 worksheet yang dipisahkan dengan nama tab tersendiri.

Secara default, kita akan bekerja dengan Sheet1. Cobalah klik tab Sheet2, Anda akan mendapatkan worksheet kosong bukan ?
Penamaan sheet ini kurang mendeskripsikan apa yang sedang kita kerjakan. Kita akan coba merubah nama Sheet1 menjadi  Data Penjualan dengan cara berikut ini :
  1. Klik kanan pada nama Sheet1 untuk memunculkan menu kontekstual, dan pilih menu Rename.

  2. Ketik Data Penjualan pada saat masuk ke modus edit dan tekan tombol Enter.
  3. Nama tab kita sudah berubah dari Sheet1 menjadi Data Penjualan.

  4. Selesai.

Kesimpulan

Bagian 5 dari tutorial dasar ini menunjukkan beberapa tips formatting agar tampilan data kita lebih baik. Hasil akhir yang harusnya Anda dapatkan tampak seperti pada gambar berikut.
Walaupun belum sempurna, tapi ini akan menjadi pijakan dasar untuk mengenali berbagai fungsi dasar Excel.

Jenis-jenis File pada Excel - Mencakup Versi 2013

Topik hari ini adalah.... Apakah Anda sering bingung dengan jenis file Excel lain yang tersedia selain .xls dan .xlsx ?

Anda tidak sendiri dan Anda ingin tahu manfaatnya karena kalau tidak Anda seperti tidak tahu atau tidak tahu penggunaannya di Excel ketika suatu hari diperlukan.

Excel 2007 File Open Dialog

Untuk membantu Anda mengenali jenis-jenis file apa saja yang ada dan fungsinya, penulis mencoba membuat daftar catatan kecil mengenai berbagai tipe file penting Excel sebagai berikut :
  1. xls : file workbook pada Excel versi 5.0/95, 1997 - 2003.
  2. xlsx : file workbook pada Excel 2007, 2010, dan 2013.
    Catatan : File ini tidak dapat menyimpan perintah macro.
  3. xlsb : file workbook dalam bentuk binary pada Excel 2007, 2010, dan 2013. 
  4. xlsm : file workbook dengan macro pada Excel versi 2007, 2010, dan 2013.
  5. xlt : file template pada Excel versi 1997 - 2003.
  6. xltx : file template pada (tanpa macro).
  7. xltm : file template pada  Excel (dengan macro).
  8. xlam : workbook dengan tambahan add-in macro pada Excel versi 2007, 2010, dan 2013.
  9. xml : file berformat XML (Extensible Markup Language).

Rumus / Formula Pada Excel 2007

Pendahuluan
Untuk menguasai Excel, tentunya tidak mungkin jika kita tidak memahami dan menguasai kumpulan formula atau rumus yang disertakan.

Jadi rumus sendiri itu apa ya ?


Rumus atau formula adalah suatu gabungan dari beberapa elemen yang akan menghasilkan suatu nilai kembalian.

Elemen-elemen tersebut adalah :
  • fungsi
  • operator 
  • referensi cell
  • nilai konstan berupa angka atau teks

Contoh rumus dan hubungan dari tiap elemen tersebut di atas ditunjukkan pada ilustrasi berikut.


Penulisan Rumus pada Excel selalu dimulai dengan tanda sama dengan ( = )

Daftar Operator yang Dapat Digunakan

Selain fungsi, banyak juga yang menanyakan bagaimana penggunaan operator seperti tanda +, -, *, /, dan lain-lain.

Berikut adalah kategori dan daftar operator yang ada pada Microsoft Excel 2007 dan keterangan untuk membantu menjelaskan penggunaannya :
  • Operator Aritmatika
    • + (tanda plus) : digunakan untuk menjumlahkan dua nilai.
    • - (tanda minus)  : digunakan untuk mengurangi dua nilai, atau digunakan sebagai tanda negasi pada suatu angka konstanta.
    • * (tanda bintang)  : digunakan untuk mengalikan dua nilai.
    • / (tanda garis miring)  : digunakan untuk membagi suatu nilai dengan nilai lainnya.
    • % (tanda persen) : digunakan untuk merepresentasikan nilai persentase.
    • ^ (tanda sisipan) : digunakan sebagai tanda pangkat.

Gambar 1 : Contoh Penggunaan Operator Aritmatika
  • Operator Perbandingan Nilai
    • = (tanda sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu sama dengan nilai lainnya.
    • > (tanda lebih besar)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar dengan nilai lainnya.
    • < (tanda lebih kecil)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil dengan nilai lainnya.
    • >= (tanda lebih besar sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar atau sama dengan nilai lainnya.
    • <= (tanda lebih kecil sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil atau sama dengan nilai lainnya.
    • <> (tanda lebih kecil dan lebih besar) : menunjukkan ketidaksamaan antara dua nilai.

Gambar 2. Contoh Penggunaan  Operator Perbandingan Nilai
  • Operator Penggabungan Teks
    • & (tanda dan / ampersand) : digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih teks.
Gambar 3. Contoh Penggunaan Operator Penggabungan Teks
  • Operator Referensi
    • : (tanda titik dua) : operator range (rentang nilai) yang mengambil dua referensi sel sebagai awal dan akhir rentang nilai.
    • , (tanda koma) : operator union yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih referensi menjadi satu referensi sel.
    •   (tanda spasi) : operator irisan yang digunakan untuk menghasilkan perpotongan dari dua referensi atau lebih menjadi satu referensi sel.
Gambar 4. Sumber Data
Contoh 5. Contoh Penggunaan Operator Referensi (dibantu dengan fungsi SUM)

Daftar Artikel Contoh Penggunaan Rumus

Berikut adalah beberapa artikel BelajarExcel.info yang bisa membantu pemahaman Anda lebih lanjut mengenai penggunaan rumus di Excel.
  • IF, suatu fungsi kondisional yang menghitung nilai dengan kriteria tertentu
  • INDEX dan MATCH, mengambil nilai dan referensi berdasarkan pencarian
  • INDIRECT, mengambil nilai berdasarkan teks referensi alamat
  • MID, mengambil bagian dari teks (substring)
  • AVERAGE, menghitung nilai rata-rata dari suatu range nilai
  • SUMIF, melakukan penjumlahan dari suatu range dengan kriteria tertentu
  • VLOOKUP, melakukan lookup dari suatu referensi range dengan suatu nilai, dan mengambil kembalian kolom lain dari range tersebut
  • ARRAY FORMULA, penggunaan rumus array untuk tingkat lanjut
  • ADDRESS, mengambil teks alamat berdasarkan posisi kolom dan baris cell